ANALISIS KEANEKARAGAMAN MANGROVE DI KAWASAN KETAPANG URBAN AQUACULTURE, KECAMATAN MAUK, KABUPATEN TANGERANG
Keywords:
Mangrove, Keanekaragaman, Ketapang Urban Aquaculture, Indeks Nilai Penting, EkowisataAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman jenis, struktur komunitas, dan kondisi ekosistem mangrove di Kawasan Ketapang Urban Aquaculture (KUA), Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, menggunakan data sekunder dari berbagai publikasi nasional dan laporan lapangan. Metode analisis menggunakan indeks Shannon–Wiener (H'), Simpson (D), Margalef (R), dan Indeks Nilai Penting (IVI) berdasarkan data komposisi jenis yang dilaporkan dalam studi sebelumnya. Hasil sintesis menunjukkan bahwa mangrove di KUA terdiri dari spesies utama seperti Rhizophora mucronata, R. apiculata, Avicennia marina, A. alba, Bruguiera gymnorrhiza, dan Excoecaria agallocha. Nilai H' berada pada kategori sedang (1,5–2,5), mengindikasikan ekosistem yang cukup stabil meskipun mendapat tekanan antropogenik dari aktivitas ekowisata dan konversi lahan. Rekomendasi manajemen mencakup penguatan monitoring, restorasi berbasis spesies lokal, dan tata kelola partisipatif masyarakat
Downloads
References
Arifanti, V. B., et al. (2019). Potensi karbon biru pada ekosistem mangrove di Indonesia. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 16(2), 121–134.
Astuti, A., & Fadli, N. (2015). Studi biodiversitas mangrove di Aceh. Jurnal Oseanologi dan Limnologi di Indonesia, 1(1), 41–50.
Bengen, D. G. (2001). Pedoman teknis pengenalan dan pengelolaan ekosistem mangrove. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB.
Cahyani, D., & Apriyanto, B. (2020). Analisis ekowisata mangrove di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk. Jurnal Pariwisata Pesona, 5(1), 55–65.
Kusmana, C. (2014). Metode survey vegetasi mangrove. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 4(1), 43–50.
Onrizal. (2010). Kerusakan hutan mangrove di Indonesia. Jurnal Ilmu Lingkungan, 8(1), 33–41.
Putra, D., et al. (2016). Indeks nilai penting mangrove di Segara Anakan. Jurnal Ilmu Kelautan, 21(3), 127–136.
Rahman, A., et al. (2018). Restorasi mangrove berbasis komunitas di pesisir utara Jawa. Jurnal Segara, 14(2), 65–74.
Rizal, M., et al. (2021). Strategi pengelolaan ekowisata mangrove di Kabupaten Tangerang. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, 9(3), 189–198.
Setiawan, H., et al. (2019). Perubahan luasan mangrove di pesisir Banten. Jurnal Geografi Indonesia, 33(1), 77–86.
Suwondo, A., et al. (2018). Keanekaragaman jenis mangrove di Papua. Jurnal Biologi Tropis, 18(2), 147–156.
Wibowo, A., & Handayani, T. (2017). Analisis kerapatan dan penutupan mangrove di Teluk Jakarta. Jurnal Kelautan Nasional, 12(1), 9–18.
Winarno, K., et al. (2020). Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan mangrove berbasis ekowisata. Jurnal Sosioteknologi, 19(3), 365–378.
Yuliana, M., et al. (2020). Dampak ekowisata terhadap kelestarian mangrove. Jurnal Pariwisata Berkelanjutan, 2(1), 23–31.
Zahra, F., et al. (2021). Keanekaragaman vegetasi mangrove di Ketapang Urban Aquaculture, Kabupaten Tangerang. Jurnal Ilmu Kelautan Tropis, 13(2), 115–124.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mona Anju Sansena, Rizqy Nur Rachmawati, Ani Nikmah, Hermawan, Iman Wahyudi (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










