ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK SMPN 1 KRESEK PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN
Keywords:
kemampuan berpikir kreatif, pencemaran lingkungan, peserta didik SMPAbstract
Kemampuan berpikir kreatif merupakan salah satu keterampilan abad 21 yang perlu dikembangkan pada peserta didik untuk menghadapi tantangan global, termasuk dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif peserta didik SMPN 1 Kresek pada materi pencemaran lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak 32 peserta didik kelas VIII yang dipilih secara simple random sampling. Instrumen penelitian meliputi tes kemampuan berpikir kreatif berbentuk uraian yang mengacu pada indikator fluency, flexibility, originality, dan elaboration, serta lembar observasi dan wawancara untuk memperkuat data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif peserta didik berada pada kategori sedang dengan rata-rata capaian indikator: kelancaran (fluency) 65%, keluwesan (flexibility) 62%, orisinalitas (originality) 58%, dan perincian (elaboration) 60%. Faktor yang mempengaruhi capaian tersebut antara lain keterbatasan pengalaman peserta didik dalam mengaitkan konsep dengan fenomena nyata, kurangnya variasi strategi pembelajaran, dan rendahnya keterlibatan aktif dalam diskusi kelas. Kesimpulannya, peserta didik SMPN 1 Kresek telah memiliki potensi berpikir kreatif pada materi pencemaran lingkungan, namun diperlukan strategi pembelajaran yang lebih kontekstual dan inovatif untuk mengoptimalkannya
Downloads
References
Amabile, T. M. (1996). Creativity in context. Westview Press.
Bybee, R. W. (2013). The case for STEM education: Challenges and opportunities. NSTA Press.
Fitriani, D., Prasetyo, Z. K., & Maryani, I. (2021). Pengaruh model pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 7(1), 12–20. https://doi.org/10.21831/jipi.v7i1.34621
Guilford, J. P. (1967). The nature of human intelligence. McGraw-Hill.
Kemendikbudristek. (2022). Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.https://kurikulum.kemdikbud.go.id
Runco, M. A., & Acar, S. (2012). Divergent thinking as an indicator of creative potential. Creativity Research Journal, 24(1), 66–75. https://doi.org/10.1080/10400419.2012.652929
Sari, D. P., & Setyowati, R. D. (2020). Pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan kreativitas siswa pada materi pencemaran lingkungan. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 8(2), 123–130. https://doi.org/10.24815/jpsi.v8i2.16854
Siswono, T. Y. E. (2018). Level of student’s creative thinking in classroom mathematics. Educational Research and Reviews, 13(8), 302–310. https://doi.org/10.5897/ERR2017.3431
Torrance, E. P. (1974). Torrance Tests of Creative Thinking: Norms-technical manual. Scholastic Testing Service.
Wulandari, N., & Jatmiko, B. (2019). Analisis kemampuan berpikir kreatif siswa SMP melalui pembelajaran berbasis masalah. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 8(4), 505–513. https://doi.org/10.15294/jpii.v8i4.20897.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Fitri Rizkiyah, Yeni Haerani, Alifianthy Nur Maulina, Tantik Toharoh, Vivit Nurhikmah Havita (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










